Saturday, June 9, 2012

Instability Pada Lansia, Perlu Perhatian Khusus


By: Anajem/130411
Penanganan khusus bagi lansia seharusnya menjadi perhatian tersendiri. Proses penuaan yang terjadi secara fisiologis dapat berdampak secara psiko-sosio-cultural dan spiritual. Penerapannya pada asuhan keperawatan lansia dengan penekanan dan peningkatan kesehatan, pencegahan penyakit dan pemeliharaan lansia. Penampilan penyakit pada lansia sering berbeda dengan pada dewasa musa, karena penyakit pada lansia merupakan gabungan dari kelainan – kelainan yang timbul akibat penyakit dan proses menua, yaitu proses menghilangnya secra perlahan – lahan kemampuan jaringan untuk memperbaiki diri atau mengganti diri serta mempertahankan struktur dan fungsi normalnya, sehingga tidak dapat bertahan terhadap jejas termasuk infeksi dan memperbaiki kerusakan yang diderita.
Masalah kesehatan yang terjadi pada lansia dapat berdampak pada segi psikologisnya, seperti Instability (Jatuh), Jatuh sering terjadi atau dialami oleh usia lanjut. Banyak faktor berperan didalamnya, baik faktor intrinsik dalam diri lansia tersebut seperti gangguan gaya berjalan, kelemahan otot ekstremitas bawah, kekakuan sendi, sinkoppe dan dizzines, serta faktor ekstrinsik seperti lantai yang licin dan tidak rata, tersandung benda-benda, penglihatan kurang karena cahaya kurang terang, dan sebagainya.
Jumlah obat yang diminum sangat berpengaruh bagi lansia. Terjatuh akibat terapi obat dinamakan roboh iatrogenik. Beberapa jenis obat – obatan tertentu dapat meningkatkan resiko terjatuh, di antaranya obat golongan sedatif dan hip notik yang dapat mengganggu stabilitas postur tubuh, yang mengakibatkan efek samping menyerupai sindroma parkinson. Obat-obatan lain yang menyebabkan hipotensi, hipoglikemi, mengganggu vestibular, menyebabkan neuropati hipotermi dan menyebabkan kebingungan. Transquilizer mayor (misalnya phenothiazine), antidepresan trisiklik, barbiturat, dan benzodiazepin kerja panjang.
Akibat yang paling sering terjadi pada lansia karena terjatuh adalah kerusakan bagian tertentu sehingga menimbulkan rasa sakit, patah tulang, cedera pada kepala. Selain itu terjatuh, akan membuat lansia lebih berhati – hati dan membatasi pergerakannya. Terjatuh pada lansia dapat menyebabkan gangguan psikologik berupa hilangnya harga diri dan perasaaan takut akan terjatuh lagi, sehingga cenderung untuk takut saat berjalan. Perubahan – perubahan yang terjadi pada lansia tersebut dapat menjadi salah satu pemicu depresi pada lansia
^_^

No comments:

Post a Comment

Anatomi Fisiologi Reproduksi Wanita

Sistem reproduksi manusia baik pria maupun wanita memiliki struktur organ internal dan eksternalnya masing- masing. Setiap organ dalam sist...