Wednesday, April 8, 2020

TEORI PENYUSUNAN DIIT PASIEN DENGAN PENYAKIT INFEKSI

TEORI PENYUSUNAN DIIT PASIEN DENGAN PENYAKIT INFEKSI
Ingin Kuat & Sehat Selama Berpuasa? Konsumsilah 7 Makanan Sehat ...

A.   Pola Menu Sesuai dengan Gizi Seimbang 
            Menu adalah susunan makanan yang dimakan oleh sesorang untuk sekali makan atau sehari, sedangkan menu seimbang adalah menu yang terdiri dari beraneka ragam makanan dalam jumlah porsi yang sesuai sehingga memenuhi kebutuhan gizi seseorang guna pemeliharaan dan perbaikan sel-sel tubuh dan proses kehidupan serta pertumbuhan dan perkembangan. 
            Menurut Depkes RI (2003), umumnya menu di Indonesia terdiri atas makanan sebagai berikut: 
a. Makanan pokok untuk member rasa kenyang. Diantaranya nasi, jagung, ubi jalar, singkong, talas, sagu, serta hasil olah seperti mie,  bihun, makroni, dan sebagainya.  b. Lauk untuk memberi rasa nikmat sehingga makanan pokok yang pada umumnya mempunyai rasa netral, lebih terasa nikmat.  
c. Sayur untuk memberi rasa segar dan melancarkan proses menelan makanan karena biasanya dihidangkan dalam bentuk berkuah, misalnya sayur daun-daunan, umbi-umbian, kacang-kacangan dan  sebagainya
d. Buah untuk mencuci mulut, misalnya pepaya, nenas, pisang, jeruk dan sebagainya

B.   Teori Penykit Infeksi
1.    Pengertian
Penyakit Infeksi, Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), penyakit infeksi atau penyakit menular adalah penyakit yang disebabkan oleh mikroorganisme patogen, seperti virus, bakteri, jamur, atau parasit. Penyakit infeksi adalah penyakit yang disebabkan karena masuknya bibit penyakit. Penyakit ini menular dari satu orang ke orang lain. Penyebab utama infeksi diantaranya adalah bakteri dan jasad hidup (organism). Kuman-kuman ini menyebar dengan berbagai cara dan vector.
2.    Contoh-contoh penyakit infeksi :
a)    Disebabkan oleh Bakteri
·         TBC : ditularkan memalui udara
·         Tetanus : melalui luka yang kotor
·         Diare : lalat, air dan jari yang kotor
·         Pneumonia : lewat batuk (udara)
·         Gonorrhea dan sifilis : hubungan kelamin
·         Sakit telinga : dengan selesma (masuk angin dan pilek)
b)    Disebabkan oleh Virus
Selesma, influenza, campak : ditularkan melalui udara, batuk, ataupun lalat
Rabies : melalui gigitan binatang
Penyakit kulit : melalui sentuhan
c)    Disebabkan oleh Jamur
Kurap, kutu air, dan gatal pada lipatan paha : ditularkan melalui sentuhan atau dari pakaian yang di pakai secara bergantian.
d)    Disebabkan oleh Parasit internal (hewan berbahaya yang hidup di dalam tubuh)
Disentri : ditularkan dari kotoran ke mulu
Malaria : malalui gigitan nyamuk
e)    Disebabkan oleh Parasit eksternal (hewan yang berbahaya yang hidup di permukaan tubuh)
Kutu rambut, kutu hewan, kutu busuk berupa kudis : penularannya dari orang-orang yang telah terinfeksi atau melalui pakaian

C.   Diet Penyakit Diare
1. Pengertian. Diare adalah suatu kondisi ketika gerak peristaltik usus lebih cepat dari biasanya sehingga pengeluaran buang air besar (BAB) lebih encer dan frekuensinya lebih banyak, yang menimbulkan dampak serius jika mengakibatkan dehidrasi, karena menyebabkan syok hipovolemik
2. Tujuan
1. Menghindari resiko dehidrasi dan kekurangan elektrolit.
2. Mempercepat pengeluaran bakteri, bacillus, dll.
3. Mengurangi percepatan peristaltic usus besar.
4. Memberikan makanan sesuai kebutuhan gizi yang sedikit mungkin meninggalkan sisa sehingga dapat membatasi volume feses, dan tidak merangsang saluran cerna.
5. Memberikan makanan yang adekuat untuk meningkatkan BB dan mencapai status gizi optimal.
6. Memenuhi kebutuhan cairan.
3. Prinsip/ Syarat Diet
·         Menghindari makanan berserat tinggi dan sedang sehingga asupan serat maksimal 8 g/ hari.
·         Menghindari susu, produk susu, dan daging berserat kasar (liat).
·         Menghindari makanan yang terlalu berlemak, terlalu manis, terlalu asam, dan berbumbu tajam.
·         Makanan dimasak hingga lunak dan dihidangkan pada suhu tidak terlalu panas dan dingin.
·         Makanan sering dan diberikan dalam porsi kecil.
4. Makanan Yang Boleh/ Tidak Boleh Diberikan
Makanan Yang Boleh Diberikan
Makanan Yang Tidak Boleh Diberikan
1. Sumber KH : beras dibubur/ ditim; kentang direbus; macaroni direbus; roti dipanggang; krekers; tepung-tepungan dibuat bubur/ pudding.
2. Sumber protein hewani : daging empuk, ayam, ikan direbus, ditumis, diungkep, dipanggang; telur direbus, ditim, diceplok air, didadar, dicampur dalam makanan dan minuman.
3. Sumber protein nabati : tempe, tahu ditim, direbus, ditumis, pindakas.
4. Lemak : margarine dan mentega; minyak dalam jumlah terbatas untuk menumis, mengoles dan setup.
5. Sayuran : sayuran rendah serat dan sedang seperti: kacang panjang, buncis muda, bayam, labu siam, tomat masak, wortel direbus, dikukus, ditumis.
6. Buah-buahan : semua sari buah; buah segar yang matang (tanpa kulit dan biji) dan tidak banyak menimbulkan gas seperti: papaya, pisang, jeruk, avokad, nenas.
7. Bumbu : garam, salam, laos, kunyit, kunci dalam jumlah terbatas.
8. Minuman teh encer.
1. Sumber KH : beras ketan, beras tumbuk/ merah, roti whole wheat, jagung, ubi, singkong, talas, tarcis, dodol dan kue-kue lainyang manis dan gurih.
2. Sumber protein hewani : daging berserat kasar (liat) serta daging, ikan, ayam yang diawet, digoreng; daging babi; telur ceplok/ digoreng.
3. Sumber protein nabati : kacang merah serta kacang-kacangan kering seperti kacang tanah, kacang hijau, kacang kedelai, dan kacang tolo.
4. Lemak : minyak untuk menggoreng, lemak hewani, kelapa dan santan.
5. Sayuran : sayuran berserat tinggi seperti daun singkong, daun katuk, daun papaya, daun dan buah melinjo, oyong, pare serta semua sayuran yang dimakan mentah.
6. Buah-buahan : buah-buahan yang dimakan dengan kulit, seperti apel, jambu biji dan pir serta jeruk yang dimakan dengan kulit ari; buah yang menimbulkan gas seperti, nanas, kedondong, durian, nangka.
7. Bumbu : cabe, bawang, merica, cuka, dan sebaginya yang tajam
8. Minuman kopi dan the kental; minuman yang mengandung soda dan alcohol.

D.   Diet Penyakit HIV/AIDS
1. Pengertian. AIDS merupakan tahap akhir penyakit infeksi yang di sebabkan oleh HIV yang dapat menimbulkan infeksi pada sistem organ tubuh termasuk otak sehingga menyebabkan rusaknya sistem kekebalan tubuh.
2. Tujuan
(1)   Memberikan intervensi gizi secara cepat dengan mempertimbangkan seluruh aspek dukungan gizi pada semua tahap dini penyakit infeksi HIV.
(2)   Mencapai dan mempertahankan berat badan serta komposisi tubuh yang diharapkan, terutama jaringan otot.
(3)   Memenuhi semua kebutuhan energi dan semua zat gizi.
(4)   Mendorong perilaku sehat dan menerapkan diet, olahraga, dn relaksasi.
(5)   Mencapai dan mempertahankan berat badan normal.
3. Syarat diet
·     Energi tinggi, pada perhitugan kebutuhan energi, diperhatikan faktor sres, aktivitas fisik, dan kenaikan suhu tubuh.
·         Protein tinggi yaitu 1,1-1,5 g/kg BB untuk memelihara dan mengganti jaringan sel tubuh yang rusak.
·         Serat cukup, gunakan serat yang mudah cerna.
·         Cairan cukup, sesuai dengan keadaan pasien.
·         Bentuk makanan di modifikasi sesuai dengan keadaan pasien.
·         Makanan di berikan dalam porsi kecil dan sering.

E.    Diet Penyakit Malaria
1. Pengertian. malaria merupakan penyakit yang disebabkan oleh parasit. Malaria menyebar melalui gigitan nyamuk yang sudah terinfeksi oleh parasit. Pada dasarnya tidak ada pantangan makanan untuk penderita malaria, dikarenakan yang diserang oleh parasit ini bukanlah organ - organ pencernaan seperti halnya Demam Tifoid / tifus.
2. Syarat Diet
·         Makan makanan yang bergizi agar daya tahan tubuh meningkat
·    Berikan banyak minum air putih minimal 2 liter perhari kepada penderita, karena penyakit ini rentan menyebabkan dehidarsi
·    Berikan buah-buahan ataupun sayuran yang banyak mengandung zat besi agar tidak terjadi anemia ( buah naga, bayam, dll. )
·      Berikan Susu lowfat tanpa gula

Anatomi Fisiologi Reproduksi Wanita

Sistem reproduksi manusia baik pria maupun wanita memiliki struktur organ internal dan eksternalnya masing- masing. Setiap organ dalam sist...