Saturday, August 8, 2020

Cara mengukur Suhu Tubuh Dengan Benar

Cara mengukur Suhu Tubuh Dengan Benar


Memahami suhu tubuh sangatlah penting untuk mengetahui gejala-gejala Anda terserang penyakit serius. Ketahuilah berapa suhu tubuh normal Anda dan cara mengukurnya. Ketahui pula berapa suhu tubuh abnormal demi mengantisipasi kondisi yang dapat mengancam jiwa.

 

 

https://www.youtube.com/watch?v=88l_s8UNyqc&t=122s

 

Pengaturan Suhu Tubuh

·    Suhu tubuh diatur oleh Hipotalamus yang terletak diantara dua hemisfer otak. saat kondisi Penurunan suhu lingkungan akan mengaktifkan pemanas di otak, sedangkan ketika tejadi peningkatan suhu tubuh akan mematikan sistem pemanas.

·      Hipotalamus anterior mengatur kehilangan panas, sedangkan hipotalamus posterior mengatur produksi panas.

·        Ketika hipotalamus mendeteksi bahwa suhu tubuh terlalu tinggi atau terlalu rendah, maka tubuh akan memulai mekanisme penurunan atau peningkatan suhu.

·     ketika suhu tubuh terlalu tinggi tubuh akan melakukan mekanisme untuk untuk mengurangi panas tubuh, yaitu:


Mekanisme pengurangan suhu tubuh :

  1. Vasodilatasi (pelebaran) pembuluh darah kulit dengan menghambat fungsi hipotalamus posterior , Dinding otot polos pembuluh darah mengendur dan memungkinkan peningkatan aliran darah melalui arteri sehinga meningkatkan kehilangan panas karena konveksi dan konduksi.
  2. Berkeringat . Kelenjar keringat ekrin di bawah kulit mengeluarkan cairan yang mengandung air dengan beberapa ion terlarut, yang menjalar ke saluran keringat, melalui pori-pori keringat dan ke permukaan kulit. Ini menyebabkan hilangnya panas melalui pendinginan evaporatif ; Namun, banyak air esensial hilang.
  3. Penurunan prosuksi panas . Menghambat mekanisme yang mengakibatkan produksi panas berlebih, seperti menggigil dan termogenesis kimia.

Mekanisme Penambahan suhu tubuh :

Ketika tubuh terlalu dingin , sistem kontrol di hipotalamus akan melakukan mekanisme, yaitu:

  1. Otot-otot arrector pili di bawah permukaan kulit akan  berkontraksi ( piloerection ), mengangkat folikel rambut tegak sehingga perpindahan panas ke lingkungan yang dapat dikurangi. Ini membuat kita merasa merinding saat kedinginan.
  2. Vasokonstriksi atau Penyempitan pembuluh darah, untuk mencegah darah dari kehilangan panas ke lingkungan dan juga mencegah penurunan suhu inti tubuh
  3. menggigil, ketika otot juga menerima stimulus dari  hipotalamus untuk meningkatkan produksi panas dalam sel otot shingga lebih sedikit panas yang hilang ke lingkungan melalui konveksi .

·     Disamping melalui pengaturan dihipotalamus. Proses pemindahan energi panas , baik masuk kedalam tubuh maupun hilang melalui kulit dan dapat terjadi dengan beberapa cara yaitu: konduksi, konveksi, radiasi dan evaporasi.

 


Suhu Tubuh Normal

ü  Pemeriksaan Suhu, Merupakan salah satu pemeriksaan yang digunakan untuk menilai kondisi keseimbangan antara pembentukan dan pengeluaran panas tubuh, yang digunakan untuk menilai keseimbangan suhu tubuh serta membantu menentukan diagnosis dini suatu penyakit

ü  Suhu normal pada manusia berkisar dari 36,5-37, 8 oC (96,6 sampai 100,7oF). Pada rentang ini jaringan dan sel tubuh akan berfungsi secara optimal.

ü  Hipertermia adalah keadaan meningkatkan suhu tubuh diatas rentang normal tubuh (SDKI DPP PPNI, 2016). kenaikan suhu tubuh > 37,8 C (100 F) per oral atau 38,8 C (101 F) per rektal, yang berhubungan dengan ketidakmampuan tubuh untuk menghilangkan atau mengurangi panas tubuh (carpenito, 2012).

ü  Hipotermia adalah kondisi ketika suhu tubuh menurun drastis hingga di bawah 35oC. Ketika suhu tubuh berada jauh di bawah normal (37oC)

ü  Suhu dapat menjadi salah satu tanda infeksi virus atau atau bakteri, kisaran suhu tubuh demam akibat infeksi Virus : suhu tubuh meningkat sampai  > 39 derajat. Dengan membedakan suhu tubuh, bisa menjadi dugaan awal, penyakit yang di derita pasien, apakah karena bakteri seperti infeksi typoid,  sakit gigi yang di sebabkan oleh bakteri, diare, disentri, kusta, sedangkan penyakit yang diakibatkan karena virus seperti Flu, Demam Berdarah, campak, herpes, COVID 19, hepatitis, Polio.

ü  Namun, untuk memastikan jenis penyakitnya  perlu pemeriksaan lanjutan seperti cek darah di laboratorium.

 

Alat Pengukuran Suhu Tubuh

ü  Untuk pemeriksaan suhu yang cepat,dapat dilakukan palpasi dengan punggung tangan dapat dilakukan, tetapi untuk pemeriksaan yang akurat harus dengan menggunakan termometer.

ü  Termometer yang digunakan bisa berupa thermometer oral, thermometer rectal dan thermometer axilar. ada juga jenis thermometer gun yang sedang popular.

ü  jenis – jenis thermometer ada berbagai macam, yang paling umum di gunakan adalah:

1.    Termometer Air Raksa,

2.    Thermometer digital

3.    Thermometer sensor, atau thermo gun


Lokasi  Pengukuran suhu badan seseorang adalah:

a.      Ketiak/ axilea, pada area ini termometer didiamkan sekitar 3-5 menit.

b.      Anus/ dubur/ rectal, pada area ini termometer didiamkan sekitar 3-5 menit.

c.      Mulut/oral, pada area ini termometer didiamkan sekitar 2 – 3 menit

 

Prosedur Melalukan Pengukuran Suhu Tubuh

1.    Tekan tombol power, Temperatur 37 °C (98.6 ° F) akan tampak pada layar

2.    Gunakan Termometer pada Oral / Axila/ Anus

3.  Ketika selesai pengukuran, akan ada bunyi “Beep” 3 x, ambil termometer dan baca hasil pengukuran

4.    Ambil Thermometer dan baca hasil pengukuran

5.    Hasil pengukuran akan langsung tersimpan dalam memori

6.   Thermometer dapat mati otomatis setelah 30 menit jika di pakai , dan 3 menit ketika tidak dipakai

 

Cara Pengukuran yang benar

1.    Axila / Ketiak

·         Pastikan ketiak dalam keadaan kering

·         Letakan Probe di tengah ketiak

·      Jepit Thermometer di tengah ketiak dengan sudut Thermometer 35° – 45 ° dalam keadaan rileks

2.    Anus / Dubur

·         Digunakan untuk anak yang susah di ukur suhu pada area axila atau oral

·         Lumasi dengan gel berbasis air

·         Masukan 1,3 cm ujung probe secara perlahan

·         Desinfect Themometer setelah di gunakan 

3.    Oral / Mulut

·         Di gunakan untuk anak umur > 4 tahun

·         Letakan probe thermometer di bawah lidah

·         Katupkan mulut, dan tunggu hasil pengukuran

 

Pengukuran yang salah

·      Jangan merendam dengan air untuk membersihkan thermometer

·     Bersihkan thermometer dengan kain bersih atau usapkan kapas alkohol

·     Untuk noda yang membandel, gunakan kain lembab dan sedikit detergen

·    Jangan gunakan bezene, thinner, bensin atau pelarut lainnya

·    Jangan gunakan alkohol untuk waktu yang lama atau mencoba untuk merendam dalam air panas

·     Pengukuran yang dilakukan setelah berolahraga, mandi, makan atau minum.

·    Penukuran dilakukan setelah banyak melakuka gerakan

·  Untuk pengukuran melalui ketiak, akan menjadi tidak akurat jika ketiak berkeringat keras atau berada di bawah selimut dalam waktu yang lama

 

Sumber Referensi Ilmiah :

·  Potter,& Perry AG. Buku Ajar Fundamental Keperawatan: Konsep,. Proses, dan Praktik. 4th ed. EGC: Jakarta. 2006

·  Fridasari, Nina.2015.Kebutuhan Dasar Manusia; Bidang Keahlian Kesehatan Untuk SMK/MAK Kompetensi Keperawatan. Jakarta:EGC

·   NANDA.2018. Nursing Diagnoses. 2018 : Eleventh Edition

·    Carpenito, L.J.(2012).Diagnosis keperawatan : Bukusaku–Edisi 13 –Jakarta: EGC

·    SDKI DPP PPNI, 2016

 


Wednesday, April 8, 2020

TEORI PENYUSUNAN DIIT PASIEN DENGAN PENYAKIT INFEKSI

TEORI PENYUSUNAN DIIT PASIEN DENGAN PENYAKIT INFEKSI
Ingin Kuat & Sehat Selama Berpuasa? Konsumsilah 7 Makanan Sehat ...

A.   Pola Menu Sesuai dengan Gizi Seimbang 
            Menu adalah susunan makanan yang dimakan oleh sesorang untuk sekali makan atau sehari, sedangkan menu seimbang adalah menu yang terdiri dari beraneka ragam makanan dalam jumlah porsi yang sesuai sehingga memenuhi kebutuhan gizi seseorang guna pemeliharaan dan perbaikan sel-sel tubuh dan proses kehidupan serta pertumbuhan dan perkembangan. 
            Menurut Depkes RI (2003), umumnya menu di Indonesia terdiri atas makanan sebagai berikut: 
a. Makanan pokok untuk member rasa kenyang. Diantaranya nasi, jagung, ubi jalar, singkong, talas, sagu, serta hasil olah seperti mie,  bihun, makroni, dan sebagainya.  b. Lauk untuk memberi rasa nikmat sehingga makanan pokok yang pada umumnya mempunyai rasa netral, lebih terasa nikmat.  
c. Sayur untuk memberi rasa segar dan melancarkan proses menelan makanan karena biasanya dihidangkan dalam bentuk berkuah, misalnya sayur daun-daunan, umbi-umbian, kacang-kacangan dan  sebagainya
d. Buah untuk mencuci mulut, misalnya pepaya, nenas, pisang, jeruk dan sebagainya

B.   Teori Penykit Infeksi
1.    Pengertian
Penyakit Infeksi, Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), penyakit infeksi atau penyakit menular adalah penyakit yang disebabkan oleh mikroorganisme patogen, seperti virus, bakteri, jamur, atau parasit. Penyakit infeksi adalah penyakit yang disebabkan karena masuknya bibit penyakit. Penyakit ini menular dari satu orang ke orang lain. Penyebab utama infeksi diantaranya adalah bakteri dan jasad hidup (organism). Kuman-kuman ini menyebar dengan berbagai cara dan vector.
2.    Contoh-contoh penyakit infeksi :
a)    Disebabkan oleh Bakteri
·         TBC : ditularkan memalui udara
·         Tetanus : melalui luka yang kotor
·         Diare : lalat, air dan jari yang kotor
·         Pneumonia : lewat batuk (udara)
·         Gonorrhea dan sifilis : hubungan kelamin
·         Sakit telinga : dengan selesma (masuk angin dan pilek)
b)    Disebabkan oleh Virus
Selesma, influenza, campak : ditularkan melalui udara, batuk, ataupun lalat
Rabies : melalui gigitan binatang
Penyakit kulit : melalui sentuhan
c)    Disebabkan oleh Jamur
Kurap, kutu air, dan gatal pada lipatan paha : ditularkan melalui sentuhan atau dari pakaian yang di pakai secara bergantian.
d)    Disebabkan oleh Parasit internal (hewan berbahaya yang hidup di dalam tubuh)
Disentri : ditularkan dari kotoran ke mulu
Malaria : malalui gigitan nyamuk
e)    Disebabkan oleh Parasit eksternal (hewan yang berbahaya yang hidup di permukaan tubuh)
Kutu rambut, kutu hewan, kutu busuk berupa kudis : penularannya dari orang-orang yang telah terinfeksi atau melalui pakaian

C.   Diet Penyakit Diare
1. Pengertian. Diare adalah suatu kondisi ketika gerak peristaltik usus lebih cepat dari biasanya sehingga pengeluaran buang air besar (BAB) lebih encer dan frekuensinya lebih banyak, yang menimbulkan dampak serius jika mengakibatkan dehidrasi, karena menyebabkan syok hipovolemik
2. Tujuan
1. Menghindari resiko dehidrasi dan kekurangan elektrolit.
2. Mempercepat pengeluaran bakteri, bacillus, dll.
3. Mengurangi percepatan peristaltic usus besar.
4. Memberikan makanan sesuai kebutuhan gizi yang sedikit mungkin meninggalkan sisa sehingga dapat membatasi volume feses, dan tidak merangsang saluran cerna.
5. Memberikan makanan yang adekuat untuk meningkatkan BB dan mencapai status gizi optimal.
6. Memenuhi kebutuhan cairan.
3. Prinsip/ Syarat Diet
·         Menghindari makanan berserat tinggi dan sedang sehingga asupan serat maksimal 8 g/ hari.
·         Menghindari susu, produk susu, dan daging berserat kasar (liat).
·         Menghindari makanan yang terlalu berlemak, terlalu manis, terlalu asam, dan berbumbu tajam.
·         Makanan dimasak hingga lunak dan dihidangkan pada suhu tidak terlalu panas dan dingin.
·         Makanan sering dan diberikan dalam porsi kecil.
4. Makanan Yang Boleh/ Tidak Boleh Diberikan
Makanan Yang Boleh Diberikan
Makanan Yang Tidak Boleh Diberikan
1. Sumber KH : beras dibubur/ ditim; kentang direbus; macaroni direbus; roti dipanggang; krekers; tepung-tepungan dibuat bubur/ pudding.
2. Sumber protein hewani : daging empuk, ayam, ikan direbus, ditumis, diungkep, dipanggang; telur direbus, ditim, diceplok air, didadar, dicampur dalam makanan dan minuman.
3. Sumber protein nabati : tempe, tahu ditim, direbus, ditumis, pindakas.
4. Lemak : margarine dan mentega; minyak dalam jumlah terbatas untuk menumis, mengoles dan setup.
5. Sayuran : sayuran rendah serat dan sedang seperti: kacang panjang, buncis muda, bayam, labu siam, tomat masak, wortel direbus, dikukus, ditumis.
6. Buah-buahan : semua sari buah; buah segar yang matang (tanpa kulit dan biji) dan tidak banyak menimbulkan gas seperti: papaya, pisang, jeruk, avokad, nenas.
7. Bumbu : garam, salam, laos, kunyit, kunci dalam jumlah terbatas.
8. Minuman teh encer.
1. Sumber KH : beras ketan, beras tumbuk/ merah, roti whole wheat, jagung, ubi, singkong, talas, tarcis, dodol dan kue-kue lainyang manis dan gurih.
2. Sumber protein hewani : daging berserat kasar (liat) serta daging, ikan, ayam yang diawet, digoreng; daging babi; telur ceplok/ digoreng.
3. Sumber protein nabati : kacang merah serta kacang-kacangan kering seperti kacang tanah, kacang hijau, kacang kedelai, dan kacang tolo.
4. Lemak : minyak untuk menggoreng, lemak hewani, kelapa dan santan.
5. Sayuran : sayuran berserat tinggi seperti daun singkong, daun katuk, daun papaya, daun dan buah melinjo, oyong, pare serta semua sayuran yang dimakan mentah.
6. Buah-buahan : buah-buahan yang dimakan dengan kulit, seperti apel, jambu biji dan pir serta jeruk yang dimakan dengan kulit ari; buah yang menimbulkan gas seperti, nanas, kedondong, durian, nangka.
7. Bumbu : cabe, bawang, merica, cuka, dan sebaginya yang tajam
8. Minuman kopi dan the kental; minuman yang mengandung soda dan alcohol.

D.   Diet Penyakit HIV/AIDS
1. Pengertian. AIDS merupakan tahap akhir penyakit infeksi yang di sebabkan oleh HIV yang dapat menimbulkan infeksi pada sistem organ tubuh termasuk otak sehingga menyebabkan rusaknya sistem kekebalan tubuh.
2. Tujuan
(1)   Memberikan intervensi gizi secara cepat dengan mempertimbangkan seluruh aspek dukungan gizi pada semua tahap dini penyakit infeksi HIV.
(2)   Mencapai dan mempertahankan berat badan serta komposisi tubuh yang diharapkan, terutama jaringan otot.
(3)   Memenuhi semua kebutuhan energi dan semua zat gizi.
(4)   Mendorong perilaku sehat dan menerapkan diet, olahraga, dn relaksasi.
(5)   Mencapai dan mempertahankan berat badan normal.
3. Syarat diet
·     Energi tinggi, pada perhitugan kebutuhan energi, diperhatikan faktor sres, aktivitas fisik, dan kenaikan suhu tubuh.
·         Protein tinggi yaitu 1,1-1,5 g/kg BB untuk memelihara dan mengganti jaringan sel tubuh yang rusak.
·         Serat cukup, gunakan serat yang mudah cerna.
·         Cairan cukup, sesuai dengan keadaan pasien.
·         Bentuk makanan di modifikasi sesuai dengan keadaan pasien.
·         Makanan di berikan dalam porsi kecil dan sering.

E.    Diet Penyakit Malaria
1. Pengertian. malaria merupakan penyakit yang disebabkan oleh parasit. Malaria menyebar melalui gigitan nyamuk yang sudah terinfeksi oleh parasit. Pada dasarnya tidak ada pantangan makanan untuk penderita malaria, dikarenakan yang diserang oleh parasit ini bukanlah organ - organ pencernaan seperti halnya Demam Tifoid / tifus.
2. Syarat Diet
·         Makan makanan yang bergizi agar daya tahan tubuh meningkat
·    Berikan banyak minum air putih minimal 2 liter perhari kepada penderita, karena penyakit ini rentan menyebabkan dehidarsi
·    Berikan buah-buahan ataupun sayuran yang banyak mengandung zat besi agar tidak terjadi anemia ( buah naga, bayam, dll. )
·      Berikan Susu lowfat tanpa gula

Anatomi Fisiologi Reproduksi Wanita

Sistem reproduksi manusia baik pria maupun wanita memiliki struktur organ internal dan eksternalnya masing- masing. Setiap organ dalam sist...